Cheri Savana (2) melantun lagu “Cicak di Dinding” sembari terbaring lemah di bangsal kamar VIP di RS Dr R Hardjanto (RS Tentara) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (10/3/2015). Cheri mau saja meladeni penjenguk yang memintanya bernyanyi. Jarum infus di tangan kanan dan perban yang membelit lehernya tidak menghalangi dirinya menyanyi meski dengan suara lirih.
Mata Cheri penuh minat dan bersahabat pada orang-orang yang datang menengok dirinya, termasuk pada dokter, perawat dan beberapa tentara yang sengaja ingin menjenguk bocah lucu itu. Cheri hanya bisa menyanyi, selebihnya diam saja.
“Cicak-cicak di dinding diam-diam merayap. Datang seekor nyamur, hap! Lalu ditangkap,” lantun Cheri hingga syair lagu anak-anak itu selesai.
Budhe Idha yang menungguinya seharian mengakui kalau Cheri pinter menyanyikan lagu ini. Cheri melantunkan lagu ini setiap hari. Setelah lolos dari maut, Cheri juga sudah mulai menunjukkan kalau dia mempunyai nafsu makan yang semakin membaik.
Cheri hampir sepenuhnya pulih. Sorot matanya seolah tidak menunjukkan rasa takut dan trauma setelah nyawanya nyaris melayang di tangan Dian Novita Sari, ibunya sendiri. Dian mencoba bunuh anak bungsunya ini di dalam kamar tidur di rumah mereka di RT 31, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Rabu (4/3/2015) lalu.
Kepada polisi, Dian mengaku mendapat dua kali bisikan saat shalat subuh minggu lalu. Bisikian itu meminta Dian mengorbankan salah satu anaknya untuk menunjukkan bakti. Cheri, anak perempuan paling bungsu, menjadi pilihan. Dian menutup Cheri dengan mukena lalu menyayat leher anak ini dengan parang sepanjang 10 cm. Parang tersebut bahkan menembus tenggorokannya (trakea).
“Saya sendiri tidak tahu kenapa jadi seperti ini. Ibunya gila mungkin,” kata Idha.
Dian lantas bergegas ke rumah orangtuanya di kawasan yang dinamai Martadinata, berjarak 15 km dari rumah tinggal mereka. Dian membawa serta dua anaknya yang lain, sementara Cheri ditinggal begitu saja. Beruntung nyawa Cheri selamat setelah kakak korban, Rudi datang.
Ia melarikan Cheri ke RS Tentara. Cheri selamat setelah menerima sedikitnya 25 jahitan. Polisi menciduk Dian di Martadinata selang satu hari kemudian. Dian menjalani serangkaian pemeriksaan. Keterangan Dian belum juga memuaskan polisi.
Kasat Reskrim Polres Balikpapan Ajun Komisaris Damus Asa mengatakan, Dian masih menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk keterangan beberapa warga sekitar rumah Dian di RT 31. Setekah itu, polisi akan melakukan tes kejiwaan pada Dian.
Polisi akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kejiawaan si ibu, supaya bisikan-bisikan ghoib dijadikan alasan dia melakukan hal ini.
Mata Cheri penuh minat dan bersahabat pada orang-orang yang datang menengok dirinya, termasuk pada dokter, perawat dan beberapa tentara yang sengaja ingin menjenguk bocah lucu itu. Cheri hanya bisa menyanyi, selebihnya diam saja.
“Cicak-cicak di dinding diam-diam merayap. Datang seekor nyamur, hap! Lalu ditangkap,” lantun Cheri hingga syair lagu anak-anak itu selesai.
Budhe Idha yang menungguinya seharian mengakui kalau Cheri pinter menyanyikan lagu ini. Cheri melantunkan lagu ini setiap hari. Setelah lolos dari maut, Cheri juga sudah mulai menunjukkan kalau dia mempunyai nafsu makan yang semakin membaik.
Cheri hampir sepenuhnya pulih. Sorot matanya seolah tidak menunjukkan rasa takut dan trauma setelah nyawanya nyaris melayang di tangan Dian Novita Sari, ibunya sendiri. Dian mencoba bunuh anak bungsunya ini di dalam kamar tidur di rumah mereka di RT 31, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Rabu (4/3/2015) lalu.
Kepada polisi, Dian mengaku mendapat dua kali bisikan saat shalat subuh minggu lalu. Bisikian itu meminta Dian mengorbankan salah satu anaknya untuk menunjukkan bakti. Cheri, anak perempuan paling bungsu, menjadi pilihan. Dian menutup Cheri dengan mukena lalu menyayat leher anak ini dengan parang sepanjang 10 cm. Parang tersebut bahkan menembus tenggorokannya (trakea).
“Saya sendiri tidak tahu kenapa jadi seperti ini. Ibunya gila mungkin,” kata Idha.
Dian lantas bergegas ke rumah orangtuanya di kawasan yang dinamai Martadinata, berjarak 15 km dari rumah tinggal mereka. Dian membawa serta dua anaknya yang lain, sementara Cheri ditinggal begitu saja. Beruntung nyawa Cheri selamat setelah kakak korban, Rudi datang.
Ia melarikan Cheri ke RS Tentara. Cheri selamat setelah menerima sedikitnya 25 jahitan. Polisi menciduk Dian di Martadinata selang satu hari kemudian. Dian menjalani serangkaian pemeriksaan. Keterangan Dian belum juga memuaskan polisi.
Kasat Reskrim Polres Balikpapan Ajun Komisaris Damus Asa mengatakan, Dian masih menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk keterangan beberapa warga sekitar rumah Dian di RT 31. Setekah itu, polisi akan melakukan tes kejiwaan pada Dian.
Polisi akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kejiawaan si ibu, supaya bisikan-bisikan ghoib dijadikan alasan dia melakukan hal ini.
0 Response to "Miris ! Wajib Baca ! Bocah Yang Mau Dibunuh Sama Mamanya Nyanyi Terus " Cicak Di Dinding ""
Post a Comment